Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Minggu, 21 Desember 2014

Senam Lansia menyambut Hari Ibu (22 Des 2014)

Setiap SABTU pagi, mulai jam 05.00 ~ 07.00 WIB kelompok senam lansia RW VII Margodadi atau yang lebih dikenal dengan Kelompok Senam LARASATI selalu melakukan kegiatan senam bersama, dimana tempatnya selalu berpindah-pindah dari satu RT ke wilayah RT yang lain yang ada di lingkungan RW VII Margodadi.

Tetapi ada hal yang sedikit beda pada senam lansia pagi ini (Sabtu, 20 Desember 2014).
Menyambut Hari Ibu yaitu tanggal 22 Desember 2014, para peraga senam (kebetulan semuanya dari para Ibu-ibu) melakukan peragaan senam diatas panggung dengan menggunakan baju daerah / kebaya sambil tetap melakukan senam lansia.

Patut kita acungi jempol semangat dari para ibu-ibu ini karena walaupun dengan memakai kebaya....gerakan senam mereka masih tetap semangat...........

berikut ini foto-fotonya :









Acara senam bersama ini, pada Hari Minggu tanggal 21 Desember 2014, dilanjutkan kembali dengan anggota se-Kelurahan Gundih dan bertempat di Halaman Parkir DUPAK GROSIR.








 

Print Friendly and PDF

Rabu, 17 Desember 2014

Pentingnya Pengkinian (Update) Data Kependudukan


Sering kali kita tahu bahwa (tidak sedikit) warga masyarakat yang menganggap remeh tentang data kependudukan (contoh : KTP, KK, Akte Kelahiran).
Padahal Update data kependudukan itu sangat penting sekali untuk warga itu sendiri maupun untuk pihak instansi yang terkait.
contohnya :
- KTP yang sudah habis masa berlakunya, begitu mau tender pekerjaan akhirnya gagal (gara-gara KTP expire)
- Akte Kelahiran tidak segera diurus, begitu si anak mau sekolah akhirnya bingung mulai ngurus akte kelahiran untuk pendaftaran sekolah
- Setelah menikah, tidak segera mengurus kepindahan supaya bisa jad satu KK antara suami & istri
- Warga Musiman (Pendatang yang kost atau kontrak ) juga tidak pernah mengurus Kartu Identitas Penduduk Musiman
- Warga yang sudah pindah juga banyak yang belum mengurus surat pindah sehingga KTP dan KK-nya masih tetap dialamat yang lama, dan masih banyak lagi masalah-masalah tentang Administrasi Kependudukan.

Kebanyakan dari warga hanya berfikir sesaat atau berfikir pada saat kondisi normal (kondisi aman atau kondisi jika tidak ada masalah). Tidak pernah mereka mencoba untuk berfikir pada saat kondisi tidak normal (emergency).

Berikut ini salah satu contoh yang di-capture di salah satu Media Sosial mengenai pentingnya untuk selalu Update (pengkinian) data kependudukan.

Dari contoh capture data diatas dapat sedikit diceritakan bahwa telah terjadi kecelakaan (Kondisi Tidak Normal / emergency). Setelah melihat kartu identitas si Korban, pihak kepolisian masih kesulitan menghubungi keluarga korban karena si korban telah pindah alamat, kartu identitas masih alamat lama dan parahnya para tetangga juga tidak ada yang tahu si korban sudah pindah kemana. Akhirnya pihak kelurahan sampai turun tangan untuk bisa melacak keberadaan keluarga si Korban.

Kalau melihat contoh diatas, masihkah anda tetap menyepelekan pentingnya update data administrasi kependudukan anda dan keluarga anda ?

Padahal dengan selalu melakukan pengkinian (update) data kependudukan, selain fungsinya untuk kita sendiri dan keluarga, kita juga bisa membantu instansi terkait misalnya pihak kelurahan / kecamatan untuk mengetahui demografi di wilayahnya, misalnya jumlah penduduk berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan lain-lan.

Mengingat pentingnya update data kependudukan tersebut, sampai-sampai pihak Pemkot Surabaya mengeluarkan Perda yang berisi tentang Sanksi Keterlambatan pengurusan data kependudukan.
 


Print Friendly and PDF

Senin, 03 November 2014

PENGURUSAN SKTM UNTUK BEROBAT

Untuk menunggu perbaikan administrasi pelayanan kesehatan bagi warga kota Surabaya yang kurang mampu melalui SKTM  kini jalur pengurusannya dari RT - RW - PUSKESMAS (rujukan) - KELURAHAN. Ini menunggu kebijakan dari Pemerintah mengenai pelayanan kesehatan yang akan mengeluarkan KIS (Kartu Indonesia Sehat).
Merupakan arahan untuk warga berobat ke Puskesmas lebih dahulu dan apabila Puskesmas tidak bisa mengatasi penyakitnya, maka Puskesmas memberi rujukan ke rumah sakit.
Print Friendly and PDF

Rabu, 20 Agustus 2014

Pengurusan AKTA KELAHIRAN secara ONLINE

Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat untuk mendapatkan dokumen kependudukan Akta Kelahiran dengan ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya telah melaksanakan proses pendaftaran secara online permohonan akta kelahiran.

Dengan pendaftaran online waktu penyelesaian akan lebih cepat menjadi 5 (lima) hari kerja dibanding saat ini yang masih 7 (tujuh) hari kerja, adapun mekanisme pendaftaran online adalah sebagai berikut :
  1. Pemohon melakukan pendaftaran dengan mengisi form isian diaplikasi pendaftaran berbasis web ; silahkan klik disini.
  2. Pemohon mencetak form isian untuk ditanda tangani Lurah sebagai bukti pendaftaran ;
  3. Pemohon membawa bukti pendaftaran dan berkas persyaratan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk dilakukan Verifikasi.
NB : Bisa juga dipakai untuk mengurus Akta Kematian.

sumber : Dispendukcapil Surabaya
Print Friendly and PDF

Senin, 10 Maret 2014

Gundih, Dari Preman Jadi Kampung Teladan

Segar, bersih dan nyaris tak ada sampah berkeliarah, itulah nuansa yang ada di kawasan Margorukun, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan ketika mengungunjugi kawasan itu..


Berada di barat Stasiun Pasar Turi, Surabaya; Gundih kini tak lagi menyeramkan. Sebutan kampung preman Pasar Turi yang dulu melekat, berubah. Gundih kini menjadi sebuah kampung penuh bunga dengan aneka warnanya.

Maryam, penjual lontong mie yang ada di salah satu gerbang masuk RW 10 Gundih mengisahkan, ke-angker-an kawasan itu, menjadikan jajaran intelkam dari Polsek Bubutan, dulu hampir tiap hari selalu mangkal di warung lontong mie miliknya. Bukan untuk jajan lontong, melainkan untuk mengawasi gerak-gerik warga sekitar.

Tapi itu adalah cerita masa lalu. Sejak tahun 2007, kampung yang semula menyeramkan, lantas berbenah. Bahkan, pada 2009, RW 10 Gundih pernah menyabet predikat sebagai kampung terindah se-Surabaya dengan memboyong tropi serta piala dari ajang kampung bersih yang digelar pemerintah Kota Surabaya.

Piala itu mereka boyong ke Gundih setelah warga berhasil menyulap kampung dengan kepadatan penduduk tingkat tinggi ini, menjadi kampung serasa "surga" dengan hiasan bunga beraneka warna di kiri-kanan jalan. Aneka bunga inipula yang menjadikan udara di Gundih berasa tak seperti di Surabaya yang gerah nan panas.

Tembok maupun pagar warga yang dulunya kumuh penuh lumut, kini disulap hingga tak menyisakan ruang kosong. Semuanya penuh bunga, mulai anggrek hingga tanaman berbuah seperti jambu dan anggur. Jikapun ada tembok kosong, warga mempercantiknya dengan lukisan penuh warna.

Tembok pembatas rel yang ada di depan kampung itu misalnya, dulu penuh tumpukan sampah. Warna tembokpun kumuh kehitaman bekas sisa pembakaran sampah. Kini untuk mempercantiknya tumpukan sampah sudah berganti dengan tumpukan pot penuh bunga. "Tembok sengaja kami penuhi lukisan bunga dari cat. Kalau temboknya bersih, orang segan buang sampah di bawahnya," kata Sugiarto, Fasilitator lingkungan setempat.

Pria kelahiran Bangkalan 21 Juli 1963 yang juga bekas ketua RT 07 RW 10 ini mengaku, untuk lebih mempercantik lingkungan, bersama warga dirinya juga menghias paving jalan masuk kampungnya dengan penuh warna dengan dominasi hijau berpadu kuning.

Di Surabaya, kampung se-indah Gundih dengan aneka ragam bunga dan cat paving jalan memang sudah banyak. Hanya saja, Gundih tetap berbeda. Ini ditunjang kreatifitas warganya. "Di sini banyak warga kreatif menciptakan inovasi lingkungan," kata Sugiarto.

Sugiarto menuturkan, perubahan Gundih dari kampung preman menjadi kampung "bunga", bermula ketika dirinya diangkat menjadi ketua RT 07 pada tahun 2007 lalu. Saat itu, Sugiarto sengaja membuat nota kesepakatan dengan warga yang berisi 11 item, diantaranya memberikan batasan maksimal 10 menit bagi parkir sepeda motor, becak atau gerobak di sepanjang gang kampung. "Kecuali tamu, kalau warga memarkir sepeda di gang lebih dari 10 menit ya kita gembosi," terang dia.

Dan kini, jalanan kampungpun kosong, tidak ada lagi sepeda, gerobak maupun becak di gang itu, jemuran pakaian juga tidak ada. "Warga akhirnya sadar sendiri dan mengisi kekosongan tempat itu untuk menanam bunga," kata dia.

Saat itu, tiap sepekan sekali kususnya hari minggu, di masing-masing dasawisma juga dilakukan proses pengolahan sampah. Seluruh sampah rumah tangga dipilah oleh anggota dasawisma. Lantas ditimbang dan dijual ke pengepul sampah. Ada juga sampah yang sengaja dibuat aneka kerajinan.

Dengan kerajinan sampah ini, warga Gundih kini memiliki beragam inovasi diantaranya tas dari sampah, baju dari sampah serta aneka hiasan dari sampah yang lantas dijual dengan beragam harga.

Selain hebat dengan pengelolaan sampah terpadunya, warga Gundih juga mampu memanfaatkan sisa-sisa air buangan dari kegiatan mandi cuci dan kakus (MCK). Bahkan, Sugiarto mengklaim saat ini tak ada setetespun air buangan dari warga yang masuk ke dalam sungai yang nantinya dibuang ke laut.

Seluruh air buangan dari kamar mandi disalurkan warga untuk masuk ke dalam sebuah tandon besar air yang ada di bawah jalanan kampung. Air sisa di dalam tandonan ini lantas dipompa untuk dimasukkan ke dalam tiga pipa berdiameter 15 cm dengan panjang 1,5 meter.

Di masing-masing pipa diberikan alat penyaring sederhana berupa batu, pasir, ijok dan arang batok. Dan hasil dari penyaringan lantas dipompa ke dalam sebuah tandon besar berkapasitas satu meter kubik air yang diletakkan di atas balai RT setempat.

Dari atas tandon inilah, air lantas disalurkan kembali melalui pipa-pipa keseluruh rumah untuk dijadikan air bersih guna menyiram tanaman dan mencuci motor. "Sementara hanya untuk siram tanaman dan nyuci motor, kalau untuk mandi kami masih takut karena ini najis atau tidak kami belum tahu," tuturnya.

Yang pasti, air bekas ini terbukti mampu membuat tanaman warga lebih subur ketimbang disiram menggunakan air PDAM, apalagi PDAM mengandung kaporit dan zat pembersih air lainnya.

Dengan keberhasilan ini, kampung Gundih kususnya di RW 10, tak hanya mampu meraih predikat sebagai kampung terbersih se-Surabaya, melainkan juga menjadi kampung wisata yang hampir tiap sepekan sekali selalu dikunjungi tamu baik dari luar kota maupun luar negeri untuk belajar kebersihan di kampung bekas para preman ini.

Untuk para tamu, RW setempat juga menyediakan dua paket kunjungan yaitu kunjungan sehari, dan kunjungan menginap. Untuk kunjungan sehari, para tamu tidak dipungut biaya, hanya secara sukarela diminta untuk membeli salah satu produk kerajinan dari kampung itu.

Dalam kunjungan sehari ini, pengelola kampung akan memberikan penjelasan seputar kegiatan kebersihan serta tips-tips mengelola kampung menjadi bersih. Sedangkan untuk kunjungan menginap, pengurus kampung mematok Rp100 ribu perorang perhari dengan dua kali makan dan diinapkan di salah satu rumah warga.

Print Friendly and PDF

Rabu, 26 Februari 2014

Surat Edaran tentang Administrasi Kependudukan

Berikut ini kami informasikan mengenai Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri (MENDAGRI) Bapak GAMAWAN FAUZI tentang Perubahan Kebijakan dalam Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan yang ditandatangi pada tanggal 17 Januari 2014.

Adapun beberapa perubahan kebijakan tersebut antara lain :

1. Masa Aktif KTP-el yg semula berlaku 5 tahun diubah menjadi Seumur Hidup selama tidak ada perubahan data dalam KTP-el.

2. Pencetakan KTP-el yg semula terpusat di Jakarta selanjutnya akan diserahkan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.

3. Penerbitan Akta Kelahiran yg melebihi batas 1 (satu) tahun yg sebelumnya memerlukan penetapan Pengadilan Negeri diubah dengan Keputusan dari Kepala Dinas Kenpendudukan dan Catatan Sipil setempat.

4.Penerbitan Akta Pencatatan Sipil yang semula dilaksanakan di tempat terjadinya Peristiwa Penting diubah menjadi penerbitannya di tempat domisili penduduk

5.Pencatatan Kematian yang semula menjadi kewajiban penduduk, diubah menjadi kewajiban RT setempat yg dilakukan secara berjenjang melalui RW, Kelurahan dan Kecamatan.

6. Penerbitan semua dokumen kependudukan (KK, KTP-el, Akta Kelahiran, Perkawinan, Kematian, Perceraian, dll) tanpa dipungut biaya (GRATIS)

7. Masa beraku KTP biasa yg sebelumnya hanya sampai tanggal 31 Desember 2013 diperpanjang hingga 31 Desember 2014.

Isi surat edaran selengkapnya seperti dibawah ini :







Print Friendly and PDF

Rabu, 05 Februari 2014

Pemkot Surabaya meresmikan Rumah Bahasa

Untuk membantu warga menghadapi persaingan global, Pemkot Surabaya meresmikan Rumah Bahasa, di Kompleks Balai Budaya Surabaya, sehingga Warga Surabaya Bisa Belajar Bahasa Asing di Rumah Bahasa

Rumah Bahasa itu disiapkan Pemkot, untuk warga Surabaya yang ingin belajar bahasa asing, diantaranya Inggris dan Mandarin.

Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, mengatakan, peresmian Rumah Bahasa itu terkesan mendadak, karena dia terinspirasi dengan kondisi di Thailand, yang ternyata di sana, warganya sudah dilatih Bahasa Indonesia untuk menghadapi pasar bebas 2015 mendatang.

"Ini semua tiba-tiba, tanpa ada persiapan panjang, langsung diwujudkan adanya rumah bahasa, untuk melatih warga Surabaya bisa berbahasa asing, di antaranya Inggris dan Mandarin," kata Risma, Selasa (4/2/2014), sesudah meresmikan Rumah Bahasa.

Ditambahkan Risma, untuk mewujudkan Rumah Bahasa itu dia banyak dibantu beberapa pihak, mulai dari relawan perguruan tinggi dan beberapa pengusaha yang peduli dengan Surabaya.

"Untuk para pengajarnya tidak dibayar, mereka relawan dari beberapa perguruan tinggi, jadi Pemkot tidak mengeluarkan biaya untuk mereka," jelas Risma.

Selain itu, Pemkot juga memanfaatkan beberapa fasilitas komputer dari beberapa dinas, untuk melatih warga Surabaya mengenal komputer dan internet.

Rencananya, Rumah Bahasa yang satu kompleks dengan Balai Pemuda dan Balai Budaya Surabaya itu, akan diresmikan secara nasional Mari Elka Pangestu (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

"Karena peminatnya sudah banyak, maka untuk awal, saya yang meresmikan dulu sambil berjalan menunggu kesiapan Bu Menteri," ujar Tri Rismaharini Walikota Surabaya. 

Rumah Bahasa yang diresmikan Pemkot Surabaya itu, sudah melatih beberapa kelompok masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, sampai sopir taksi dari beberapa perusahaan di Surabaya. 


Ayo, .....Cak dan Ning warga Kota Surabaya, kita gunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya.....
jangan mau ketinggalan dengan orang lain.....ayo belajar.....ben pinter........

Sumber : suarasurabaya.net
Print Friendly and PDF

Kamis, 02 Januari 2014

Pemberitahuan foto e-KTP di Kantor Kelurahan


Diberitahukan kepada seluruh Bapak Ketua RW dan Ketua RT se-Kelurahan GUNDIH, bahwa jika ada warga dilingkungannya yang telah berumur 15 ~ 17 tahun DIHARUSKAN untuk mengurus / memiliki e-KTP.

Adapun pelaksanaannya dimulai pada :

Hari        : Jum'at
Tanggal     : 3 Januari 2014
Tempat      : Kantor Kelurahan GUNDIH
Persyaratan : Membawa KSK Asli
Tujuan      : Sebagai persiapan tahun depan

Demikian informasi ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, diucapkan banyak terima kasih.

NB : 
Dimohon kepada Ketua RW dan Ketua RT untuk menginformasikan hal ini kepada warganya
Print Friendly and PDF

Daftar Nama Ketua RW - RT se Kelurahan Gundih


Berikut ini kami infokan SK Camat Bubutan dengan Nomer 148 /10/436.11.2/2013 tentang PENGESAHAN HASIL  PEMILIHAN KETUA DAN WAKIL KETUA RW / RT MASA KERJA TAHUN 2013 - 2016 SE-KELURAHAN GUNDIH, SURABAYA



















































Kami ucapkan SELAMAT BERTUGAS kepada Bapak / Ibu yang namanya telah tercantum dalam SK Camat Bubutan diatas. 
Print Friendly and PDF