Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Jumat, 29 Maret 2013

AYO LAWAN DEMAM BERDARAH


            
Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah diketahui masyarakat luas sebagai penyakit berbahaya yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypty.Namun syangnya penyebaran penyakit ini masih terus menjadi problem kesehatan.

YANG PERLU DIKETAHUI tentang Nyamuk Aedes Aegypty :
·         Cuaca yang tidak menentu, kadang panas-kadang hujan merupakan saat nyamuk Aedes Aegypty berkembang biak
·         Siklus larva menjadi nyamuk + 7 hari, itu sebabnya perlu diadakan pengurasan bak air mandi 1 minggu sekali agar larva tidak berkembang biak menjadi nyamuk
·         Nyamuk dengue suka bertelur di tempat berair bersih dan tidak mengalir, seperti bak mandi, tempayan, kaleng, talang, penampung air kulkas, ban dan lain-lain
·         Kebiasaan menggigit nyamuk adalah pada pagi dan sore hari
·         Jentik tidak mati dengan penyemprotan (fogging). Untuk memberantas jentik bisa dengan abatisasi, memelihara ikan pemakan jentik serta melakukan 3M (menguras, menutup dan mngubur) barang bekas yang bisa menampung air.
·         Nyamuk Aedes Aegypty suka hinggap di pakaian habis pakai serta suasana gelap dan lembab
·         Daya Terbang Nyamuk Aedes Aegypty sekitar 100 meter. Sehingga penyemprotan daerah fokus harus mencapai radius 100 meter.


JIKA SUDAH KENA DB……?????

Kenali dulu gejalanya :


  1. Demam tinggi, hari ke 3-4 demma bisa turun sendiri disertai keringat dingin, hari berikutnya kembali demam tinggi (siklus pelana kuda)
  2. Nyeri semua persendian, kepala, belakang mata, perut kanan atas
  3. Manifestasi perdarahan : mimisan, perdarahan bawah kulit, berak darah
  4. Keringat dingin sampai shock

Langkah penting :
bila penderita diduga kena DB, berikan minuman mengandung elektrolit, segera bawa ke fasilitas kesehatan

PENTING…..!!!!

  1. Segera sesudah pasien dinyatakan menderita DB (trombosit kurang atau sama dengan 100.000) langsung minta Form Diagnosa dari RS.
Sesegera mungkin form diserahkan ke Puskesmas agar secepatnya dilakukan penyemprotan (fogging)
Kecepatan anda dalam penyampaian form ke Puskesmas berarti menyelamatkan masyarakat lain dari bahaya penyebaran DB.

  1. Jangan minta disemprot (fogging) tanpa indikasi, karena :
    1. Fogging hanya membunuh nyamuk, bukan jentik
    2. Fogging adalah pestisida yang bisa terhirup dalam jumlah besar dan berkali-kali dapat membahayakan pernapasan dan lingkungan hidup.
  1. Lakukan pemberantasan nyamuk dan sarang nyamuk (3M) plus upaya pencegahan lain secara rutin
  2. Tanam tumbuh-tumbuhan pengusir nyamuk. Letakkan 1-2 pot di pintu masuk setiap ruangan. Tumbuhan yang disarankan adalah Zodia, Tapak dara atau Serai. Bisa juga Lavender
  3. Buat Ovitrap sebagai tempat bertelur nyamuk buatan sehingga nymauk anakan akan mati dengan sendirnya
Kata Kunci :
  • Sebelum ada kasus         --> Lakukan 3M (plus upaya lain)
  • Setelah ditemukan kasus --> Lakukan Fogging + 3M



Sumber : Buletin Sehat PUSKESMAS GUNDIH

PUSKESMAS GUNDIH
Alamat             : Jl. Margodadi 36-38, Surabaya, 60172
Telpon             : 031-547 6275
Email               : pkmgundih.sby@gmail.com
Print Friendly and PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar