Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Rabu, 23 Januari 2019

Hujan oh hujan






KIM Kelurahan Gundih.

Hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian besar Kota Surabaya  23 Januari 2019 sekitar pukul 13.00 WIB, begitu juga di wilayah kelurahan gundih Kecamatan Bubutan.
Melalui WhatsApp Group Gundih tangguh (grup whatsapp internal warga kelurahan Gundih), beberapa warga melaporkan kondisi di wilayahnya masing-masing , dampak angin kencang yang terjadi beberapa Pohon tumbang di sekitaran lapangan futsal (dupak perahu)  Babadan serta beberapa genangan yang terjadi di beberapa wilayah gundih dikarenakan curah hujan tinggi dan kurang lancarnya pembuangan air (selokan) juga ada beberapa wilayah.
Bahkan menurut beberapa info dari warga sekitar ada juga wilayah yang tidak memiliki Saluran pembuangan (selokan)
Melalui koordinasi di WhatsApp Group pula Camat Bubutan (Bapak Eko Kurniawan Purnomo, S.STP, M.Si) berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan. memang selama ini WhatsApp Group dirasa cukup efektif untuk menanggapi keluhan warga, serta koordinasi antar wilayah.KIM Gundih Sejahtera mengabarkan.
Print Friendly and PDF

Minggu, 20 Januari 2019

Rumah Semi Permanen di Demak Timur X, Di Lalap Api


KIM Gundih - Kebakaran rumah terjadi di Jalan Demak Timur gang 10 nomer 8 Surabaya sekitar jam 19.10 wib. Bangunan lantai 2 ukuran 6 m x 12 m milik Jumani umur 62 tahun, warga setempat itu dilalap api  Diduga akibat kelalaian saat menyalakan obat nyamuk bakar,(20/1).malam

"Ya diduga karena obat nyamuk bakar rumah semi permanen milik Junani terbakar, saat kejadian pemilik beraktivitas di bawah rumah ," ucap warga.

Meski demikian ada dua korban luka dalam peristiwa tersebut bernama Sdr Handoko mengalami luka di kepala dan pingsan akibat kejatuhan kayu balok pada saat memadamkan api dan Sdri Winarti luka bakar di bagian lengan tangan kanan kaki kanan
Kedua korban telah di bawa petugas PMI ke RS Soewandi.

Kronologis :

Pada jam 19.30 wib saudari Winarti pada saat di berada di lt 2 rumah jalan Demak Timur gang 10 nomer 8 Surabaya, berteriak minta tolong karena kebakaran, selanjutnya sdr Jumani saat di dalam rumah langsung naik ke lantai 2 dan melihat kasur dan ruangan lantai 2 dalam keadaan mengepul asap dan terbakar.
Selanjutnya sdr Jumani dan Kristiwindarti berusaha memadamkan api dan berteriak meminta tolong, sehingga banyak warga termasuk sdr Handoko membantu memadamkan api tersebut.
Pada saat itu sdr. Handoko diketahui kejatuhan kayu balok yang mengenai bagian kepala dan sempat pingsan. Beberapa saat kemudian, mobil PMK tiba untuk memadamkan api,.ucap salah satu warga.

Api berhasil dipadamkan dengan mengerahkan delapan unit mobil damkar dan melibatkan Piket reskrim,Piket intelkam,Piket sabhara 822 dan 821,8 unit mobil PMK dari pasar Turi,Linmas kec. Bubutan,PMI.

(TH)
Print Friendly and PDF

Kebakaran di RW VI kelurahan GUNDIH

Kebakaran lagi - lagi terjadi di Gundih meskipun di saat musim penghujan.
Kali ini kejadian kebakaran berada di wilayah RW 6 Demak Timur X nomer 8 Surabaya.
Sekitar pukul 19.10 WIB tepatnya hari Minggu 20 Januari 2019 pemilik rumah  atas nama Jumani umur 62 tahun.

Kronologis :
sdri Winarti pada saat di berada di lt 2 rumah jalan Demak Timur gang 10 nomer 8 Surabaya, berteriak minta tolong karena kebakaran, selanjutnya sdr Jumani saat di dalam rumah langsung naik ke lantai 2 dan melihat kasur dan ruangan lantai 2 dalam keadaan mengepul asap dan terbakar.

Selanjutnya sdr Jumani dan sdri Kristiwindarti berusaha memadamkan api dan berteriak meminta tolong, sehingga banyak warga termasuk sdr Handoko membantu memadamkan api tersebut.
Pada saat itu sdr. Handoko diketahui kejatuhan kayu balok yang mengenai bagian kepala dan sempat pingsan. Beberapa saat kemudian mobil PMK tiba untuk memadamkan api.

Parkiran mobil lagi -lagi menjadi kendala utama bagi mobil PMK untuk menuju Tempat Kejadian Kebakaran (TKK). Meskipun ada rambu resmi yang tersebar di sepanjang jalan Demak Timur 1 sampai dengan 12,nyatanya masih ada saja warga yang memarkirkan kendaraannya di sepanjang jalan ini.
Kondisi jalan yang sempit juga menyulitkan unit PMK dengan kapasaitas besar masuk ke lokasi. Sepertinya Gundih harus benar - benar konsen dalam upaya menertibkan parkir liar agar tidak menghambat evakuasi dan penanganan ketika terjadi kebakaran.



Print Friendly and PDF

Jumat, 18 Januari 2019

Program Sebungkus Cinta untuk Sesama












Program Sebungkus Cinta untuk Sesama (SCS) adalah program sosial dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Gundih.

Disamping program sosial, titik berat program ini adalah pemberdayaan UKM nasi bungkus di wilayah kelurahan Gundih yang akan digilir per RW untuk pengadaan nasi bungkusnya.

Adapun donasi dana didukung donatur tetap dan para simpatisan, baik berupa dana maupun dalam bentuk nasi bungkus ataupun lainnya.

Adapun pendistribusiannya juga masih di sekitar Lingkungan Gundih.
Jadi bisa dikatakan Program ini adalah progam sosial Dari Gundih unutk Gundih.
Hingga saat ini, Sesi yang telah terlaksana sebagai berikut :
SCS sesi 1 :
   21 Desember 2018
  Distribusi : 50 bungkus
                     1 dus teh gelas dari Hamba Allah
  UKM terlibat : Ibu Suliha (RW 10)
            Margorukun III /16
SCS sesi 2 :
   4 Januari 2019
  Distribusi : 60 bungkus
  UKM terlibat : Ibu Yuni
       Tembok Dukuh IX/1B (RW 8)
SCS sesi 3 :
   18 Januari 2019
  Distribusi : 100 bungkus
                       25 book Jeli Sedot   produk KSM MELATI
   UKM terlibat : UKM Melati
  Babadan I No 15 (RW 5)

dan untuk sesi  4, rencaanya akan diadakan pada tanggal 1 Februari 2018.

Kami tunggu patisipasi anda.
Jika anda berminat silahkan hubungi contact person yang tertulis di Flyer di bawah ini.



Print Friendly and PDF

Jumat, 11 Januari 2019

Simulasi Kebakaran di Wilayah Kelurahan Gundih

Musibah kebakaran agaknya menjadi momok bagi sebagian besar warga terutama yang bertempat tinggal di wilayah padat pendukuk, dan gang - gang sempit. Akses jalan bagi petugas PMK merupakan penghalang terbesar untuk segera sampai di TKK (Tempat Kejadian Kebakaran).
 
Menyadari hal tersebut Kelurahan Gundih bekerjasama dengan PMK kota Surabaya menyelenggarakan simulasi kebakaran pada Jumat 11 Januari 2019 Pukul 19.00 WIB.
Bertempat di wilayah RW X Margorukun III,
Acara simulasi kebakaran ini dihadiri oleh Ibu Lurah Gundih, Ketua LKMK, Ketua KIM, Babinsa, Babinkaptibmas, Para Ketua RW dan RT serta masyarakat sekitar.

Sebelum acara Simulasi Kebakaran dimulai, Para warga diberi arahan dan sosialisasi


Dalam acara simulasi ini warga secara langsung di informasikan apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran di wilayah mereka, mulai dari penanganan dini dalam mengatasi kebakaran serta cara menghubungi Coment Centre 112.

Tata cara evakuasi dalam penanganan kebakaran juga di ajarkan Pak M. Mundhir selaku petugas pemadam kebakaran dari pemerintah kota Surabaya. Apa saja yang perlu diamankan dan diselamatkan ketika awal mula terjadi kebakaran.


Sosialisasi juga dilakukan oleh Pihak PMK Kota Surabaya


Warga yang hadir juga turut mensimulasikan SOP yang wajib dimiliki dalam penanganan musibah kebakaran, mulai membentuk tim keamanan yang harus mengamankan jalur kedatangan mobil damkar hingga sampai ke TKK (Tempat Kejadian Kebakaran) hingga tim medis mandiri yang harus dimiliki tiap-tiap wilayah.

Agar mendekati kejadian sebenarnya, PMK kota Surabaya juga mendatangkan langsung unit mobil damkar. Diawali masuk dari Jalan Demak menyusuri jalan Cepu yang terkenal sempit akibat banyaknya parkir liar warga.

Warga juga berantusias dalam mengikuti sosialisasi dan Simulasi Kebakaran tersebut



Sesuai arahan dari ibu Walikota, seyogjanya para pemilik mobil tidak memarkirkan kendaraannya sembarangan yang dapat menghambat akses Petugas pemadam kebakaran.

Ada beberapa hal yang masih perlu mendapat perhatian terkait penanganan kebakaran di Gundih diantaranya, parkir liar, polisi tidur, portal (pagar kampung) serta gapura yang mempersulit pihak pemadam kebakaran dalam penanganan kebakaran di Gundih.

INGAT, dalam hal kebakaran, selalu waspada, kenali caranya, hilangkan kepanikannya, 


KIM Gundih mengabarkan
Print Friendly and PDF